Kepemimpinan Yang Efektif Dalam Mengembangkan Budaya K3

Posted on
 

Kepemimpinan yang efektif dari senior manajemen merupakan salah satu tanda dari budaya K3 yang positif dan ini akan menentukan bagaimana pekerja- pekerja yang ada didalam organisasi akan bersikap terhadap K3.

Tetapi amat disayangkan banyak sekali senior manajemen yang tidak begitu bersemangat dan tertantang didalam menangani K3 karena mereka menganggap K3 tidak lebih dari urusan compliance  atau kepatuhan terhadap regulasi sehingga terasa membosankan, mereka tidak melihat K3 sebagai sesuatu yang dapat memberikan kontribusi terhadap keuntungan dan daya saing perusahaan.

Seringkali senior manajemen mewakilkan kehadirannya pada berbagai kegiatan atau rapat yang berkaitan dengan K3 kepada level yang lebih rendah, sehingga menyebabkan keterlibatan  senior manajemen didalam K3 menjadi semakin berkurang atau sedikit.

Sebagai dampak dari kurangnya keterlibatan manajemen dalam berbagai aktifitas K3 adalah menjadi menyempitnya fokus dari program K3 itu sendiri, sehingga pikiran pikiran strategis untuk mengembangkan K3 menjadi berkurang atau hilang sama sekali, karena junior atau medium manajemen lebih fokus pada ” how of safety” daripada memikirkan ” What and Why of Safety ”  Jika hal itu terjadi maka K3 akan berjalan di tempat dan bisa mengalami penurunan dan tidak akan memberikan dampak yang signifikan terhadap perusahaan selain dari pada beban biaya  atau cost center.

Pada dasarnya faktor-faktor yang berkontribusi terhadap kepemimpinan dan manajemen yang efektif didalam K3 adalah sama dengan area oprasional yang lain seperti kualitas dan produktifitas.

Ada dua faktor penting dalam kepemimpinan yang efektif yaitu Kepedulian dan Pengendalian.

Kepedulian adalah Perhatian dalam hal berikut :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.