Hati-hati memilih obat bebas

Posted on

Hati-hati Mengobati Diri Sendiri!

Saat ini berbagai jenis obat bebas dapat dengan mudah dibeli dimana-mana, dari warung kaki lima hingga apotek.
Obat-obatan itu biasanya untuk penyakit-penyakit “ringan” macam batuk, pilek, diare, dan sakit kepala.
Sayangnya, kemudahan itu sering membuat kita dengan mudah pula mengobati diri sendiri begitu gejala penyakit muncul. Tanpa disadari, tindakan ini bisa mengancam jiwa. Sekedar contoh kasus, seseorang meninggal setelah minum obat flu, lantaran dirinya tidak mengetahui bahwa jantungnya tidak tahan terhadap salah satu kandungan obat yang dia konsumsi. Atau, seseorang tak terselamatkan jiwanya setelah menenggak obat menggunakan minuman yang mengandung zat yang berefek buruk bila bersenyawa dengan obat itu.
Efek seketika itu bukanlah satu-satunya pengaruh buruk pemakaian obat bebas. Obat bebas juga berefek jangka sedang dan panjang bila tidak digunakan secara benar.
Namun, mengobati diri sendiri bukannya dilarang. Tetap boleh dilakukan asal disertai kehati-hatian. Sebagian besar obat dianjurkan diminum dengan hati-hati atau tidak boleh sama sekali diminum seseorang yang memiliki gangguan fungsi hati dan ginjal. Pasalnya, kedua organ itu selalu disinggahi setiap obat sebelum menggempur penyakitnya. Kalau obat diminum juga, dikhawatirkan berefek buruk pada kedua organ vital itu.
Untuk mengetahui kondisi kedua organ ini tentu diperlukan pemeriksaan dokter atau melalui laboratorium klinik. Bila diketahui ada gangguan fungsi pada salah satu atau keduanya, kita perlu berhati-hati dalam mengkonsumsi obat bebas. Demikian pula bagi mereka yang pernah menderita penyakit yang menyerang organ-organ penting itu.
Selain hati dan ginjal, secara teoritis semua bagian tubuh akan mendapatkan akibat bila kita minum obat semau gue tanpa landasan petunjuk atau pantangan obat tersebut. Obat tertentu bisa menyebabkan gangguan pada darah. Dalam jangka panjang, bisa saja terjadi anemia atau rusaknya sel-sel lainnya dalam darah.
Yang lebih mengerikan, obat-obat tertentu bersifat karsinogenik. Dalam jangka panjang akan menyebabkan kanker pada organ tertentu.
Oleh karena itu, dalam mengobati diri sendiri menggunakan obat bebas harus diperhatikan informasi atau peringatan yang tercantum dalam kemasannya. Patuhi petunjuknya. Bila mana dalam kemasan tidak ada petunjuk tanyakan pada petugas apotek. Bila dalam kemasan terdapat informasi yang mengindikasikan obat tersebut tidak baik untuk Anda, sebaiknya jangan digunakan.
Bila tidak ada perbaikan setelah memutuskan untuk mengobati diri sendiri dengan obat bebas, segeralah menemui dokter. Ingat, Anda bisa meminum obat bebas hanya untuk jangka pendek.
Lebih baik lagi, kalau Anda tidak buru-buru mengonsumsi obat bebas ketika gejala penyakit muncul. Gejala sakit kepala misalnya, tidak selalu bisa disembuhkan dengan obat bebas. Sebab, belum tentu gejala itu harus diatasi dengan obat. Kalau obat tetap dikonsumsi, beban hati dan ginjal, atau organ lain yang menjadi persinggahan obat tersebut, akan bertambah.
Ada baiknya pula kalau Anda memiliki catatan tentang riwayat kesehatan diri. Misalnya, Anda pernah menderita penyakit pada organ liver atau ginjal, pernah alergi terhadap penyakit tertentu, dan sebagainya. Catatan dapat diselipkan dalam dompet, misalnya. Dengan melihat catatan itu, dokter bisa mengambil tindakan tepat untuk anda.
Cara memilih obat bebas yang perlu anda ketahui :
1. Perhatikan Label
Setiap obat bebas pasti dikemas dengan label, dimana label tersebut memuat beberapa petunjuk seperti :
a. Nama produk : nama produk ini umumnya berkaitan dengan merk
b. Bahan aktif : adalah bahan yang berkasiat dalam sediaan obat
c. Golongan : merupakan kategori seperti obat batuk, antihistamin(anti alergi), antipiretik (Penurun Panas), Antitusif (pereda batuk), dll
d. Kegunaan : terhadap gejala atau penyakit yang akan diobati
e. Peringatan : perhatian kapan boleh diminum, atau kapan harus dihentikan, kapan harus ke dokter, dan apa efek sampingnya, kadang – kadang obat mengandung antihistamin yang menyebabkan kantuk, maka hati-hati atau jangn diminum kalau anda sedang menjalankan kendaraan karena akan membahayakan anda dalam mengendarai kendaraan
f. Aturan Pemakaian : berapa banyak takaran penggunaannya, atau berapa tablet per hari, apakah 3X/hari, 2X/hari dst, bagaimana cara penggunaan apakah diminum sebelum makan, setelah makan atau bersama dengan makan, berapa lama obat harus diminum apakah 3 hari, 4 hari dst.
g. Informasi lain : menyangkut cara penyimpanan, perhatikan cara penyimpanan obat agar tidak rusak, apakah harus disimpan dibawah suhu 30, atau harus disimpan didalam kulkas atau bisa disimpan diudara bebas.
h. Kadaluarsa : hal ini sangat penting, jangn sampai minum obat tanpa melihat masa kadarluarsa (Expire Date) dari obat tersebut untuk menghindari ketidakefektifan obat ataupun keracunan obat
i. Bahan Tambahan : adalah bahan yang ditambahkan sebagai pengikat, pewarna, penambah rasa atau aroma.

2. Interaksi Obat
Obat merupakan bahan kimia yang memungkinkan terjadinya interksi bila tercampur dengan bahan kimia lain seperti obat-obatan, makanan maupun minuman. Interaksi juga dapat terjadi juga dengan berbagai jenis penyakit seperti Diabetes, Ginjal, Hipertensi, Jantung dll. Oleh karena itu perhatikan pada saat anda membeli obat apakah obat bebas yang anda akan minum memiliki kontra indikasi dengan penyakit yang telah anda derita seperti Diabetes, Hipertensi dll.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.