DO IT Behavior Based – Safety

Posted on
  • Activator : memasang safety sign membuat garis atau jalur pejalan kaki dsb.
  • Behavior : mengendarai forklift dengan batasan kecepatan dsb
  • Conseuency : Scorsing, atau bentuk sanksi lainnya ( negatif ) dsb.

Program intervensi harus spesifik dan dijelaskan kepada semua pekerja yang terlibat didalamnya. Program intervensi juga harus didukung penuh oleh manajemen puncak agar dapat berjalan efektif

Test

Yang dimaksud dengan test disini adalah mengukur dampak dari intervensi yang dilakukan dengan cara terus melakukan pengamatan dan pencatatan terhadap perilaku beresiko selama proses intervensi dilakukan. Tahapan ini dapat dilakukan secara paralel dengan tahapan intervensi, jika terlihat bahwa intervensi yang dilakukan tidak efektif maka dapat dilakukan intervensi baru atau strategi baru.

Tujuan tahapan ini adalah untuk melihat efektifitas dari program intervensi yang dibuat, namun jangan terburu buru untuk memutuskan bahwa satu program intervensi tidak efektif, seperti yang penulis sampaikan sebelumnya bahwa untuk merubah perilaku diperlukan waktu yang mungkin lama dari yang diperkirakan. Bisa juga ada faktor-faktor lain yang memperngaruhi perilaku beresiko pekerja sehingga program intervensi menjadi kurang efektif.

Jika demikian halnya , maka yang perlu dilakukan adalah menambah bentuk intervensi lain untuk memperkuat program intervensi yang sedang berjalan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.